Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2013

Gengsi?

Adaptasi itu perlu. Tapi, tak usahlah kalian terlalu ekstrim mengubah semua yang ada pada diri anda. Bagimu itu Tak masalah. Bagaimana dengan tanggapan orang lain? Jijik Ubahlah yang sekiranya perlu di ubah. Ubahlah yang jelek menjadi baik. Orang lain pasti akan meng anggap kamu "lebih" daripada yang lain. Jangan suka sombong. Jika sudah di beri segitu ya nikmati yang segitu. Nggak usah sok-sok an ber-Ada deh. Ya, mungkin emang kamu ber-Ada. Tapi please  jangan riba. Satu dua orang menganggap itu biasa. Sementara yang lain? Berkata tidak. Yang rugi siapa? Kamu bro. Gak usah gengsi sama keadaan. Toh nggak ada yang mempermasalahkannya kecuali kamu. Manusia sering tunduk pada lingkungan sekitarnya, serta bingung dan kacau karena kurangnya cahaya dalam dirinya dan pengalaman pahit masa lalu. Setiap orang seharusnya sadar akan Jatidirinya yang Asli , dan jadilah tuan bagi diri sendiri.

Orang Lain

Berbeda Fakultas, berbeda pula cara pikir atau cara pandang seseorang. Bahkan, Perilakunya pun berbeda. Itulah. Bukan bermaksud untuk diskriminasi fakultas. Atau bermaksud untuk meruntuhkan integritas kita sebagai mahasiswa satu Universitas. Dan juga bukan untuk meninggikan derajat fakultas sendiri yang memang tinggi. Serius. Tidak, Lupakan. Saya tidak bermaksud membicarakan tentang di atas. Berwawasan luas, Pintar, tentang sejarah agama paham, mengerti dalil. Namun sayang. Tidak ada Moral. Keras Kepala. Dan tidak dapat menerima saran orang lain. Mau di apakan orang seperti ini? Bunuh? Bakar? Kebiri? Setelah di telusuri latar belakangnya. Dan, taraaaaa Semua terungkap. Dan katanya memang orang yang latar belakangnya dari situ adalah orang yang tidak kenal "pantang menyerah". Kenapa saya beri tanda kutip. Karena pantang menyerah dia disini tidak dibarengi etika yang baik. Pantang menyerahnya adalah dalam hal yang dia ingin menangnya sendiri. Bukan...

The Con . . Fused

Setelah sekian lama tidak menumbuk persegi keyboard di laptop. Kini aku menyadari bahwa. Sesungguhnya perasaan cinta itu sangat sulit untuk memudar. Bahkan, waktu pun mungkin tidak akan sanggup untuk menghapus itu. Aku tidak mengerti bagaimana mereka dapat melupakan cinta mereka. Apakah mereka benar-benar mencintai pasangannya. Atau hanya manis di bibir? Hanya dia dan pemilik alam semesta yang tahu. Mencoba untuk melupakan kenangan indah. Namun masih saja menyimpan apa yang bisa menimbulkan kenangan. Memang, Kebingungan terbesar ada dalam diri orang itu sendiri. Susah.. Sungguh, Mulut ini sudah berucap agar aku tidak usah memikirkannya lagi. Tapi disini, didalam sini, jauuhhhh. . I am still waiting for a miracle

The Day Of Corruption

Hari ini adalah hari peringatan hari tanpa korupsi.  Yup ! Entah bagaimana. Sangat susah menghilangkan Korupsi yang sudah menjadi Budaya bangsa ini. Bagaimana tidak, semua orang pasti pernah melakukan korupsi. Ingat. Korupsi tidak melulu berbicara tentang uang Harta atau apa pun itu yang bisa menjadi nilai. Tapi sesungguhnya,  Mengulur-ulur waktu itu juga merupakan sebuah korupsi. Yang seharusnya berangkat kerja atau kuliah atau sekolah jam 7. Dibikin sedemikian rupa agar terkesan kita terlambat. Tidak menghargai waktu itu sendiri. Menghilangkan korupsi harus dari bawah. Disaat kita belum terlalu menjumpai harta yang sedemikian berlimpahnya. Itu harus segera kita redakan. Apalah jadinya jika sejak seusia kita sekarang kita nyolong-nyolong  waktu atau yang lain. Mau jadi apa kelak? Ah sudahlah. Sedikit susah memang jika sesuatu yang ingin dicari solusinya, dan ternyata solusi ada pada diri sendiri. Sedikit sekali manusia yang mampu berb...