Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2014

Edupark

Hari Rabu jam 12 siang yang panas, kita ber-3 menuju edupark yang terpilih sebagai objek tujuan. Kami kira akan sepi karena siang hari dan panas. Tapi nyatanya masih banyak saja yang berkunjung. 20 orang yang terhitung atau bahkan lebih. Dan mereka adalah siswa SMA atau SMP atau Mahasiswa dan atau juga bapak-bapak perawat rumput lapangan sepak bola yang ada di sana. Pepohonan disini tidak terlalu rindang memang, tapi cukup asri. Dengan sejuk angin meniup sela-sela pohon jati yang daunnya gugur kebawah dan belum di bersihkan. Katanya buat kompos untuk nanti jadi pupuk. Oh iya, disini, di edupark ini ada sebuah tempat untuk peng-kompos-an. Jadi daun-daun yang jatuh karena waktunya, atau segala yang ada di sini diolah di tempat yang bernama “rumah kompos” agar taman ini bisa produktif. Bukan hanya sebagai sarana untuk melepas penat di sore hari, atau jogging untuk membentuk tubuh sehat dan kuat. Pun juga dengan kompos yang nantinya juga untuk pupuk daripada tanaman disini. Rumah Komp...

Topeng

Puisi ini tercipta dari potensi sakit hati Bersama orang-orang Matrealis Metropolis Duduk bersama berbincang tentang Nasionalis Yang nyatanya kami semua adalah yang Apatis Dengan lantang ia suarakan kebebasan Dibalik Topeng penuh Loreng Bagai Singa si Raja Hutan Mengendap dalam bisu Membawa Pilu Seperti Cobra menahan nafsu Tak ada yang mampu mengerti Saat ini hanya ada angin dan angin Malam ini, biarkan ia menggorogoti diri ini.

Haii Night

Aku tau malam sama siang itu beda. Tapi jamnya sama. Aku tau malam sama siang itu beda. Tapi kalo ngantuk jadi sama. Aku tau malam sama siang itu beda. Tapi kalo ada sepakbola di TV jadi sama. Aku tau malam sama siang itu beda. Tapi kalo lapar jadi sama. Jadinya aku tau kalo malam sama siang itu beda tapi sama. Jangan di pikirkan agar bingung.