Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2014

Kerbau

Gerimis sendu di hari setelah Rabu Awan menggumpal hitam akan menangis Kerbau betina, juga jantan masih riang gembira berkubang Kulitnya mungkin tebal menahan air berbaris-baris Aku, lebih memilih untuk duduk dibawah naungan gubuk ditengah pematang Tentram, Melihat senang kerbau jantan bersama betinanya Juga ditemani angin yang membawa aku hanyut dalam fantasi Membayangkan jika saja aku yang berada di bawah air hujan Kulitku adalah kulit bayi, kena angin sedikit saja menggigil Ingin sekali aku bersenang-senang saat hujan gerimis Tertawa lepas, bukan menangis Tapi kenapa aku harus cemburu pada si Jantan? Aku juga bukan siapa-siapa si Betina Lagian, ia adalah milik pemiliknya yang sedang meniup seruling di bawah pohon besar itu Bagaimanapun, aku tidak bisa apa-apa Hanya mampu melihat dari kejauhan si Kerbau sedang riang hatinya Dan sepertinya, ia melirik ke arahku Dan atau mungkin bahkan membicarakan aku yang sendiri mencoret-coret awan dengan angan . . . .