Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2014

Cinta

Dijaman sekarang ini remaja atau manusia muda pasti ingin yang namanya pacaran. Sepertinya pacaran membuat mereka merasa lebih tinggi levelnya ketimbang yang tidak pacaran. Sesungguhnya tujuan awal mereka pacaran bukan untuk menghadapi level yang serius. Tetapi malah lebih kepada tujuan yang sepele, seperti pujian dari teman, atau hanya karena ingin dilihat lebih keren. Mereka dengan sesuka nya mengumbar kata kata cinta. Cinta, cinta dan cinta. 1 hal yang harus kalian ketahui. Yang salah dari Kata Cinta adalah, itu keluar dari mulut. Kau tau kenapa? Seorang lelaki dengan mudahnya mengatakan cinta pada wanita. Sang wanita terpukau dengan kata-kata lelaki. Mereka berpacaran. Tak lama mereka berpisah, selesai sudah. Kemudian sang lelaki tadi bertemu wanita lain. Keluar kembali kata-kata cinta. Berpacaran lah kembali dia. Simple sekali kata cinta tersebut. Salahnya dimana? Karena kata cinta tersebut bukan dari hati. Cinta yang sebenarnya bukan dari mulut wahai saudarak...

Malam Syahdu Penebar Aroma 6

Sejauh langkah kaki ini melangkah. Memandang kejauhan. Tak ada yang mampu kulakukan. Hanya terus berjalan. Tidakkah kau mengerti kalau aku ini sudah lelah. Lalu kau terus selalu mengujiku dengan sedemikian rupa. Kau pernah berkata ingin lebih memahami maksud seseorang. Lantas? Apa yang kau tunggu. Sudah cukup lama rasa ini tersimpan di dalam sini. Ingin rasanya meletus, namun kutahan. Aku masih tidak ingin membuyarkan konsentrasimu. Tanggunganmu dengan mereka masih banyak. Siapa saya tiba tiba mengganggu itu semua.  Mau dibawa kemana diri saya. Tidak, tidak perlu secepat ini.  Bahkan tidak pun tak masalah. Asal kau tahu saja. Tak ada yang mampu aku ucapkan saat ini. Seindah indah mentari adalah mentari ufuk timur. Karena apa. Dengan begitu kita masih bisa melalui hari ini bersama, berdua.

Too Much

Bukan tentang apa yang terucap. Tapi tentang apa yang ada dalam hati. Sesungguhnya berucap, semua orang pun bisa. Aku pun. Berkata semau mereka. Bahkan otak tidak lagi berguna jika mulut sudah bersuara. Tidak pernahkah kalian berpikir kalau terlalu banyak bicara itu membuat sakit? Gak aus bro ngomong terus? hehe Sakitnya bukan ada pada diri anda. Namun pada orang yang ada dan yang mendengarkan. Berbicaralah seperlunya. Manusia terkadang tamak akan kemampuannya. Ya begitulah sifat manusia. Tak apalah, harus kau maklumi itu. Kau juga pernah khilaf dengan itu semua. Setidaknya kau harus merasakan sakitnya. Manusia terkadang tidak merasakan sakit yang orang lain rasakan, padahal ia pernah merasakannya. Karena apa? karena dia mau membalas itu semua.