Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2015

Purnama

Teruntuk bulan yang saat ini sedang manis menghias. Terimakasih untuk telah menyingkirkan yang lama, tapi mungkin kau akan menjadi lebih daripada yang lama. Terimakasih untuk telah menyingkirkan kegundahan serigala, namun akan memberi kegundahan baru untuk peternak domba. Terimakasih untuk semuanya, semuanya yang akan kau berikan.  Semoga tetap manis menghias, membuat serigala senang.  Semoga pemilik domba mampu mengerti akan hadirmu dan maklum. Terimakasih untuk purnama, yang dengan senantiasa dan rendah hati dan berani beraninya memberi keindahan malam, semoga indahmu tidak hanya saat purnama. Karena jika tidak pada waktunya, maka kau akan menjadi biasa. Terimakasih teruntuk semuanya, purnama.

Malam

Terjaga aku karena Kafein.. Sementara gumpalan awan hitam yang mungkin karena malam menutup sebagian dari wajah rembulan.. Bintang sedang sedikit, mungkin 3 sampai 4.. Dengan diberi imbuhan ratusan dibelakangnya.. Dan tiba-tiba aku teringat bintang gemuk yang kelihatan kecil, cantik, dan aku suka.. Tapi dia bukan kejora yang dibicarakan para orang tua agar anak kesayangan mereka terlelap.. Dia sedang bermimpi bersanding dengan bulan.. Senangnya.. Mereka sama-sama di antariksa, mungkin bisa saling bertemu berpapasan dan bertukar senyum. Sementara di bumi, aku menyaksikan bersama segala dingin angin malam, mereka bersanding menemani malam setiap makhluk bermata.. Ya, aku tengah sendiri berdiri di pinggir jalan. Memandang dengan seksama setiap roda yang mengangkut tuannya. Ya, aku sedang berpikir bagaimana caranya agar sesuatu yang dilepas akan dirasa ikhlas. Ya, truk roda 6 itu menghantam pembatas jalan. Terguncang terbalik menghunus warung didepan. Ya, takdir memang...

Roda

Tak ada lagi gengsi Merambat ke ketiadaan Derit angin menggeser pintu besi Tertetes sisa-sisa air hujan Bulan dengan indah dan seksama memberi cahaya pada malam gelap yang dingin karena hujan Tukang parkir dengan lampu panjang dan peluit masih bekerja hingga tak ada lagi pelanggan Roda belakang senantiasa mengikuti roda depan Memberi kekuatan Menahan jika akan terjadi benturan Sementara roda depan Mengarahkan ke jalan yang mulus tanpa lobang Dan mungkin mencari jalan tercepat agar roda belakang dapat istirahat Roda belakang hanya mampu melihat roda depan yang tersenyum memberi jalan Sedang roda depan tidak tahu bahwa roda belakang dengan kecapaian memberi kekuatan Untungnya, mereka satu kesatuan

Terimakasih

Surakarta malam minggu setelah hujan reda Aspal keras mendadak lunak dan tentram Langit sudah lelah menangis Kilau lampu kota memantul Daun-daun meneteskan sisa-sisa Aku berhenti menunggu kereta lewat Menunggu kepastian kereta yang datang dengan khidmat Sepiku sesaat hilang lalu berganti penat Hahahaha Aku tertawa tanpa ada rasa Hambar Bagai susu segar tanpa gula Dan kamu, menjadi pelengkap disaat ini Penyenangku malam ini Dengan sedikit senyum 2 centi terangkat Dan aku senang Dan kamu ternyata senang karena orang lain Berdua berbicara tentang angin yang dingin Atau tentang aspal yang basah Terimakasih Sudah mau-maunya dengar malam minggu yang lalu ketika alunan musik merdu memenuhi penjuru ruangan