Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2014

Haii Day

Pagi hari bangun tidur hanya satu keinginan. Untuk Tidur lagi. Tapi tidak boleh. Karena harus sekolah. Dulu Sekolah disuruh. Dulu Sekolah pakai seragam. Dulu Sekolah di antar sampai depan gerbang. Tuhan kenapa kau cinptakan pagi untuk kami agar mengeluh karena Sekolah. Yang bahkan pulang siang. Atau bahkan Sore. Hingga tidak bisa tidur siang. Atau bahkan tidur sore karena Les. Tuhan kenapa kau utus guru-ku untuk memberi PR yang bahkan mungkin tidak kami kerjakan ketika malam karena ngantuk. Atau karena nonton Teve. Atau karena jalan-jalan. Yang nyatanya hanya tiduran. 24 jam itu cukup lama ketika saudaramu ada yang hilang. Karena lapornya harus nunggu 1x24 jam. Begitu kata Polisi. Tapi 72 jam itu singkat sekali ketika PR mu ditanyakan oleh guru disekolah. Yang kabarnya jika tidak dikerjakan akan dihukum. Senangnya jika tidak. Jadi aman

Bermenung

Termenung duduk di anak tangga Tak ada senyum menghias meski teman-temannya bercanda. Banyak yang menegur sapa. Tapi hanya menganggukkan kepala. Entah apa gerangan yang sedang di rasakan. Gelagatnya berkata bagaikan tanpa harapan. Bahaya jika tiba-tiba dia loncat dari lantai tiga. Apa kata dunia jika seorang mahasiswa putus asa lalu meregang nyawa. Pernah kucoba menanyakan kenapa. Namun apa, tak kunjung tiba jawabannya. Dia mungkin berpikir bahwa aku bukan siapa-siapa yang tak perlu tanya tentang dirinya atau tentang semuanya. Tak apalah itu semua bila tidak terjawab. Kelak juga akan terjelaskan jika waktunya siap. Hanya ingin dia merasa senang. Agar aku juga senang.