Termenung duduk di anak tangga
Tak ada senyum menghias meski teman-temannya bercanda.
Banyak yang menegur sapa.
Tapi hanya menganggukkan kepala.
Entah apa gerangan yang sedang di rasakan.
Gelagatnya berkata bagaikan tanpa harapan.
Bahaya jika tiba-tiba dia loncat dari lantai tiga.
Apa kata dunia jika seorang mahasiswa putus asa lalu meregang nyawa.
Pernah kucoba menanyakan kenapa.
Namun apa, tak kunjung tiba jawabannya.
Dia mungkin berpikir bahwa aku bukan siapa-siapa
yang tak perlu tanya tentang dirinya atau tentang semuanya.
Tak apalah itu semua bila tidak terjawab.
Kelak juga akan terjelaskan jika waktunya siap.
Hanya ingin dia merasa senang.
Agar aku juga senang.
Tak ada senyum menghias meski teman-temannya bercanda.
Banyak yang menegur sapa.
Tapi hanya menganggukkan kepala.
Entah apa gerangan yang sedang di rasakan.
Gelagatnya berkata bagaikan tanpa harapan.
Bahaya jika tiba-tiba dia loncat dari lantai tiga.
Apa kata dunia jika seorang mahasiswa putus asa lalu meregang nyawa.
Pernah kucoba menanyakan kenapa.
Namun apa, tak kunjung tiba jawabannya.
Dia mungkin berpikir bahwa aku bukan siapa-siapa
yang tak perlu tanya tentang dirinya atau tentang semuanya.
Tak apalah itu semua bila tidak terjawab.
Kelak juga akan terjelaskan jika waktunya siap.
Hanya ingin dia merasa senang.
Agar aku juga senang.
Komentar
Posting Komentar