Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2013

Otak

Setidaknya aku mengerti mana orang yang bermain dengan otak dan mana orang yang tidak bermain dengan otak. Kalian setiap manusia diciptakan Tuhan dengan sebaik-baik makhluk. Di beri sebuah otak yang digunakan untuk berpikir. Bukan sebagai penghias kekosongan tengkorak kepala saja. Jika sudah begini, otak semacam tidak berguna. Lalu kau mau apa? Sehari-hari bertindak tanpa berpikir. Grusak grusuk Dikiranya orang lain suka gitu? tidak bung ! Setidaknya, jika kau tidak terlalu pintar dalam sekolah atau kuliah. Gunakanlah otakmu untuk memahami apa itu moral. Sudah tak pintar. Moral rusak. Mau jadi apa? Hanya bisa berbicara lewat otot? haha sudah bukan jamannya lagi berbicara tentang kekuatan otot. Otot gede, otak gedek. Luchyu. Ayolah, berpikirlah. Jangan kalian hanya bisa berantem dan berantem. Jaga emosi. Jangan kelihatan bancinya. Aku tidak terlalu memahami tentang science. Tapi aku mengerti bahwa Otak manusia adalah organ Manusia yang sangat vital. Tersentuh sedikit ...

Guru

Guru, Seorang Manusia pembagi Ilmu dimana dia menjadi panutan para Muridnya. Populasi Indonesia sangatlah banyak. Orang yang membutuhkan Pendidikan juga tidaklah sedikit. Hal itu diperparah dengan tidak ada adanya layanan pendidikan yang mumpuni. Sebenarnya fasilitas pendukung seperti tempat dan lain lain itu tidaklah terlalu penting menurut saya. Yang terpenting adalah bagaimana seorang guru itu dapat mengajarkan ilmu kepada muridnya dengan fasilitas yang ada. Apapun masalahnya. Itu dulu. Sekarang? bahkan Guru yang seharusnya mengajarkan Moral kepada anak muridnya, tidak memberikan contoh yang baik. Tidak usah di ambil contoh. Guru sekarang, tidak semua. beberapa, tapi banyak. Hanya mementingkan tanggal 1 setiap bulannya. Dan memberi tugas kepada murid, menilai, laporan. seperti itu. Bahkan murid sekolah penerus negeri ini. Tidak banyak yang ingin menjadi seorang guru. Sedikit. Karena apa. Ya, Gaji mereka sedikit. Bagaimana negara ini mau maju. Jika seorang yang memberi kita...

Sifat

Akhir-akhir ini sedikit heran dengan perilaku seorang anak manusia yang bermuka banyak. Di depan baik. Di belakang Menusuk. Perselisihan terjadi. Persaingan. Untuk mendapatkan sesuatu, atau bahkan hanya untuk kesenangan nya saja. Bahkan yang ekstrim lagi jika hal seperti itu menjurus pada kekerasan. Manusia ber-umur yang tidak memiliki otak. Setidaknya mereka berpikir langkah kedepannya. Apa akibat yang diperolehnya jika melakukan hal seperti itu. Heran Wajahnya berseri-seri, enak dipandang, murah senyum, selalu menyapa. Tapi ternyata dibelakang kita. Hanya Tuhan yang tahu.  Kita tidak seharusnya dengan serta-merta menyalahkan dia atas perilakunya. Kita harus mencari bukti terlebih dahulu. Setiap manusia memiliki sifat karakter yang tersembunyi dalam dirinya. Terkadang sifat itu tidak akan keluar di hadapan orang banyak. Atau bahkan tidak keluar saat dia ingin memperlihatkannya. Sifat seperti itu keluar disaat kita sedang tidak menyadari bahwa kita melaku...

Usia?

Terkadang usia seseorang tidak menunjukkan sikap yang selaras dengan apa yang dilakukannya. Semuanya bertolak belakang dengan ucapannya. Semua hampir penuh dengan kebohongan. Sebenarnya Apa yang menyebabkan seseorang melakukan hal seperti itu. Masa muda nya yang menyedihkan atau bahkan, memang sifatnya yang masih ke bocah-bocah an? Entahlah, Susah ngomong sama orang Susah, daripada Susah Susah, mending nggak Usah Bener kan? Ngehabisin tenaga aja ngeladenin sifat yang seperti itu. Indah sekali kehidupan ini jika di isi orang - orang yang bisa memaknai usia dalam hidup mereka untuk berubah menjadi seorang dewasa.

Chu Pat-Kay

Sepertinya hanya sebuah Wacana untuk melupakan dia. Susah sekali untuk menghapus dia dari dalam sini. But life must go on Teman-temanku berkata. " cewe nggak hanya dia. masih banyak" Iya memang cewe banyak. Tapi yang seperti dia yang nggak banyak. Eaa Galau lagi. Hahaha . . . Semenjak mengenal dia, hidupku selalu dipenuhi dengan masalah galau. Ya mungkin keren aja nulis status galau di Facebook banyak yang Like nge tweet Galau di Twitter banyak yang ReTweet Biar bisa dikira pernah galau lah. Biar dikira pernah ngerasain namanya Patah Hati. Bingung juga sebenernya. Mau cari kenikmatan sesaat. Atau kenikmatan hingga akhir hayat. Susah . . Labil ya? Iya tak apa. Yang penting masih bisa hidup Memang Beginilah Cinta. Penderitaannya Tiada Akhir

Waktu

Semua orang juga ada keinginan untuk kembali ke masa lalu. Dan memperbaiki semua kesalahan yang telah diperbuat. Atau bahkan, tidak melakukan kesalahan tersebut. Tapi apalah daya, Waktu Tidak Dapat Diputar Kembali. Banyak sekali sekali waktu yang terbuang dengan sia-sia. Waktu yang tidak dipergunakan dengan berguna. Akhirnya waktu membunuh kita. Ahh~ Semua ingin sekali kurubah! Ingin menjadi anak kecil yang polos, yang tidak mengerti apa-apa, yang sok bodoh terhadap lingkungan, yang dimanja orang tua, yang bisa duduk di atas keranjang dorong supermarket, yang bisa naik komedi putar pasar malem kampung. yang bisa melakukan semua hal tanpa beban ! Aku ingin itu. Lagi! Haha . . Aku merindukan masa itu. Hidup berputar kedepan. Buat apa berpikir kebelakang. Bolehlah berpikir kebelakang, sebagai bahan instopeksi agar lebih baik dalam menjalani Hidup. Waktu yang berlalu biarlah berlalu. Tidak ada upaya kita untuk membuatnya kembali. Biarkan masa depan bersama peluh. Hing...

Hari Pah-Lawan

Selamat Hari Minggu. Selamat Tanggal 10 November. Selamat Hari Pahlawan. Namun apa yang kita beri kepada mereka para pahlawan. Apakah kita hanya menghargai pahlawan yang ada namanya. Kemanakah para pahlawan yang berjuang hingga ajal menjemput. Bahkan namanya saja tidak ada yang mengetahui. Ini mungkin yang membuat aku belum bisa mencintai negeriku. Maaf, saya hanya bisa mengucapkan Selamat. Jujur. Aku masih belum bisa memaknai apa itu Nasionalisme. Aku masih belum bisa mencintai negeriku 100% Aku masih harus memahami negeri ini, negeri yang berjuang keras dengan para Pahlawannya. ah, aku tidak hafal nama para pahlawan. Mungkin kita tak harus menjadi seorang pemberani pemegang bambu runcing berlari menerjang para penjajah seperti layaknya dulu. Kita hanya harus menjadi seorang rajin pemegang alat tulis bergegas menuntut ilmu pada guru untuk mengubah negara ini menjadi maju. Selamat Hari Minggu Pahlawan Yang entah Siapa saja namamu.

Pertemanan

Setiap manusia pasti memiliki teman.  Entah itu teman nyata atau maya.  Entah itu pernah bertemu atau semu. Dan dari pertemanan tersebut kita menjalin sebuah interaksi antar 2 orang yang berbeda sifat. Dari pertemanan kita menjadi mengerti pribadi orang lain. Sifatnya, kelakuannya, makanannya bahkan mungkin dalemannya. Mencari teman itu mudah. Tapi mencari teman yang benar-benar teman itu yang susah. Teman yang bisa memahami kita. Menolong kita saat kita membutuhkannya. Bahkan kalau bisa, Nraktir kita saat nggak punya uang. Teman yang seperti itu hanya ada 5 dari 15 orang. atau bahkan 1 dari 10 orang. Susah! Lebih mudah ngerjain aljabar matematika, Limit, persamaan fungsi atau apalah itu namanya. Tapi jika kalian sudah menemukan teman yang sangat super. Janganlah sekali-kali engkau menyakiti dia.  Rajutlah pertemananmu hingga kata teman itu menjadi Sahabat. Karena pertemanan ada tingkatannya. Teman > Teman Dekat > Teman Sangat ...

Muda Mulia (?)

Generasi muda generasi berapi api. Beberapa bahkan tidak ada tujuan. Yang penting ikut ikutan. Karena terlalu bersemangat, mereka lupa cara menghemat. Menghemat tenaga, pikiran, harta. Semua di keluarkan. Ikut kemana mata melangkah. Sejauh Kaki memandang. Tiada arah. Pasrah

Jujur atau Menjujurkan

Kalian pasti senang dipuji. Senang sekali. Itu pasti. Tapi pernahkah kalian merasa bahwa Pujian yang kalian rasakan itu sebenarnya dapat membuat anda menjadi seorang Yang berbeda? Ya berbeda. Cenderung lebih Malas. Malas untuk Instropeksi. Karena merasa sudah baik atau benar. Sejujurnya, pujian yang dilontarkan seseorang kepada kalian itu tidak semuanya benar. Bisa jadi itu adalah sebuah "pemanis" agar kamu dan dia lebih dekat. Terkadang jujur akan kekurangan atau kejelekan seseorang itu lebih baik dari pada bohong akan kebaikannya. Tapi kalian harus mencari waktu yang tepat untuk mengungkapkannya. Jangan sampai kau membuat dia menjadi sakit hati dengan kejujuranmu. Kata-Kata yang enak didengar cenderung meninabobokkan orang, Tetapi belum tentu bermanfaat dan sering mencelakakan. Berbicara jujur adalah dasar dari Kebenaran.

Kelak

Kadang aku berpikir tentang siapa jodohku. Pakaian apa yang kupakai saat di pelaminan. Ah bukan, Kapan aku menikah.. Apakah aku ada saat aku menikah? Apakah semua yang aku harapkan telah ada? Atau bahkan, Aku menikah dalam kesedihan? Aku tak perduli siapa jodohku! Aku tak perduli akan hal itu! Yang aku takutkan. Apakah masih ada orang tuaku saat aku menikah kelak? Apakah aku hatus mengangis saat ini. Mengapa aku terlalu bdoh! Mengapa baru sekarang aku menyadari hal ini!? Tentang semua hal yang telah aku lakukan kepada orang tuaku! Aku telah menjadi anak durhaka menurutku. Belum bisa memberi apa-apa untuk mereka. Kelak, siapa yang akan menjadi pendampingku saat menunggu mempelai wanita menaiki singgasana pelaminan? Sungguh! Aku ingin mengulang masa kecilku. Masa aku sangat nakal. Masa aku tak pernah mendengarkan. Masa aku masih pintar. Aku ingin merubah diriku ! Tuhan, Beri aku, orang tuaku, saudara-saudaraku, teman-temanku kesehatan dan umur yang panjang. ...

Gila itu Menyenangkan

Aku sudah merelakanmu jika memang dia adalah yang terbaik buatmu. Aku telah berdoa, semoga memang dia yang terbaik buatmu. Tak apalah hati ini menerima kenyataan. Kenyataan baik karena kau menemukan seorang yang menurutmu baik. Aku juga harus berupaya untuk mencari pengganti mu. Hahaha . . . Aku sudah mengantongi banyak nama. Dan aku bertekad untuk tidak melakukan kesalahan dengan melepasnya ke orang lain. Lagi. Semoga aku cukup memiliki keberanian untuk itu. Semoga kamu cukup memiliki keberanian untuk tidak terlalu lama dengan dia. Eh Aku akan selalu mendoakanmu yang terbaik. Percayalah, Aku tak akan menghianatimu. Meski kau telah bersama dia, tapi di dalam hati ini, di dalam palung hati yang terdalam, masih tersimpan namamu. Nama seorang wanita yang mampu membuat ku menjadi gila. Dasar engkau Wanita ! Membuat aku jadi Gila !

Air dan Angin

Jika ingin menjadi seorang yang besar. Jadilah orang yang tetap pada pendiriannya. Tidak mudah terbawa omongan orang.  Tidak mudah goyah akan cercaan. Mendengarkan argumen orang, cerna, pikirkan, simpulkan, pertimbangkan. Jangan serta-merta kau ambil semua argumen orang. Karena tidak menutup kemungkinan. Argumen seseorang itu adalah sebuah alasan untuk membawamu mengikutinya. Menjadi Budaknya. Jika kau memiliki pendirian yang kuat. Kau tidak akan semudah itu mempercayai seseorang. Kau pasti akan mempertimbangkan. Jangan seperti air, yang hanya mengalir mengikuti arus yang ujung ujungnya kelaut. Jangan Seperti Angin berhembus kemana ia bertiup. Terombang-ambing Jadilah sesuatu yang bisa mengarahkan kemana dirimu akan menuju. Itu yang akan mengubahmu menjadi seorang besar yang hebat. Tidak terperdaya.