Akhir-akhir ini sedikit heran dengan perilaku seorang anak manusia yang bermuka banyak.
Di depan baik. Di belakang Menusuk.
Perselisihan terjadi. Persaingan. Untuk mendapatkan sesuatu, atau bahkan hanya untuk kesenangan nya saja.
Bahkan yang ekstrim lagi jika hal seperti itu menjurus pada kekerasan.
Manusia ber-umur yang tidak memiliki otak.
Setidaknya mereka berpikir langkah kedepannya. Apa akibat yang diperolehnya jika melakukan hal seperti itu. Heran
Wajahnya berseri-seri, enak dipandang, murah senyum, selalu menyapa. Tapi ternyata dibelakang kita. Hanya Tuhan yang tahu.
Kita tidak seharusnya dengan serta-merta menyalahkan dia atas perilakunya. Kita harus mencari bukti terlebih dahulu.
Setiap manusia memiliki sifat karakter yang tersembunyi dalam dirinya. Terkadang sifat itu tidak akan keluar di hadapan orang banyak. Atau bahkan tidak keluar saat dia ingin memperlihatkannya. Sifat seperti itu keluar disaat kita sedang tidak menyadari bahwa kita melakukan itu. Yang lebih parah lagi, kita tidak mengerti sifat tersembunyi kita ini yang seperti apa. Karena memang kita sendiri tidak mengetahui.
Berceminlah, Karena cermin tidak pernah Bohong. Instropeksi lah, karena pengalaman tidak akan mendusta.
Komentar
Posting Komentar