Langsung ke konten utama

Pertemanan

Setiap manusia pasti memiliki teman. 
Entah itu teman nyata atau maya. 
Entah itu pernah bertemu atau semu.

Dan dari pertemanan tersebut kita menjalin sebuah interaksi antar 2 orang yang berbeda sifat. Dari pertemanan kita menjadi mengerti pribadi orang lain. Sifatnya, kelakuannya, makanannya bahkan mungkin dalemannya.

Mencari teman itu mudah. Tapi mencari teman yang benar-benar teman itu yang susah.
Teman yang bisa memahami kita.
Menolong kita saat kita membutuhkannya.
Bahkan kalau bisa, Nraktir kita saat nggak punya uang.

Teman yang seperti itu hanya ada 5 dari 15 orang. atau bahkan 1 dari 10 orang.
Susah!

Lebih mudah ngerjain aljabar matematika, Limit, persamaan fungsi atau apalah itu namanya.

Tapi jika kalian sudah menemukan teman yang sangat super. Janganlah sekali-kali engkau menyakiti dia. 
Rajutlah pertemananmu hingga kata teman itu menjadi Sahabat.

Karena pertemanan ada tingkatannya.
Teman > Teman Dekat > Teman Sangat Dekat > Teman Sangat Sangat Dekat > Sahabat

Bukan tidak mungkin dari pertemanan yang awalnya biasa saja. Dapat menjadi sebuah pertemanan yang sangat sangat luar biasa. Berbahagialah kalian memiliki teman yang seperti itu.

Erat
Kokoh
Teguh
Setia

Percayalah, tak ada yang namanya mantan teman

Ketika Persahabatan menjadi penerang jalan menuju kebahagiaan. Dan dimana kesetiaan sangat di agungkan. Kalian adalah orang yang sangat beruntung.

Komentar

Popular Posts

Jenuh

Kalian tau? Awal mula seseorang mendapat sebuah kesenangan dalam melakukan suatu hal. Mereka pasti akan sangat sangat antusias dalam melakukan hal tersebut. Sigap, cepat, cekatan. Persetan dengan tenaga yang terkuras habis. Lantas bagaimana jika sebuah kesenangan yang antusias tersebut sudah tidak menjadi prioritas, menjadi sebuah kebosanan dalam diri kita? Ya, kalian pasti akan angin anginan dalam melakukan hal tersebut. Malas. Baru akan melakukan saja sudah mengeluh cape'. Ya harus bagaimana lagi. Mood kita akan sesuatu itu sudah terkikis. Tidak timbul lagi sebuah kesenangan dalam melakukan hal itu. Monoton. Mencoba menciptakan variasi baru juga mungkin hanya bertahan sebentar. Butuh penyemangat diri, bukan sebuah kalimat motivator yang berada di mading kampus, atau billboard gede di tengah persimpangan. bukan kata-kata manis seorang motivator handal. Saya rasa itu sama saja. Tidak akan mengubah antusiasme kalian. Mungkin beberapa kasus memang bisa di atasi dengan cara ...

Malam

Terjaga aku karena Kafein.. Sementara gumpalan awan hitam yang mungkin karena malam menutup sebagian dari wajah rembulan.. Bintang sedang sedikit, mungkin 3 sampai 4.. Dengan diberi imbuhan ratusan dibelakangnya.. Dan tiba-tiba aku teringat bintang gemuk yang kelihatan kecil, cantik, dan aku suka.. Tapi dia bukan kejora yang dibicarakan para orang tua agar anak kesayangan mereka terlelap.. Dia sedang bermimpi bersanding dengan bulan.. Senangnya.. Mereka sama-sama di antariksa, mungkin bisa saling bertemu berpapasan dan bertukar senyum. Sementara di bumi, aku menyaksikan bersama segala dingin angin malam, mereka bersanding menemani malam setiap makhluk bermata.. Ya, aku tengah sendiri berdiri di pinggir jalan. Memandang dengan seksama setiap roda yang mengangkut tuannya. Ya, aku sedang berpikir bagaimana caranya agar sesuatu yang dilepas akan dirasa ikhlas. Ya, truk roda 6 itu menghantam pembatas jalan. Terguncang terbalik menghunus warung didepan. Ya, takdir memang...

Jujur atau Menjujurkan

Kalian pasti senang dipuji. Senang sekali. Itu pasti. Tapi pernahkah kalian merasa bahwa Pujian yang kalian rasakan itu sebenarnya dapat membuat anda menjadi seorang Yang berbeda? Ya berbeda. Cenderung lebih Malas. Malas untuk Instropeksi. Karena merasa sudah baik atau benar. Sejujurnya, pujian yang dilontarkan seseorang kepada kalian itu tidak semuanya benar. Bisa jadi itu adalah sebuah "pemanis" agar kamu dan dia lebih dekat. Terkadang jujur akan kekurangan atau kejelekan seseorang itu lebih baik dari pada bohong akan kebaikannya. Tapi kalian harus mencari waktu yang tepat untuk mengungkapkannya. Jangan sampai kau membuat dia menjadi sakit hati dengan kejujuranmu. Kata-Kata yang enak didengar cenderung meninabobokkan orang, Tetapi belum tentu bermanfaat dan sering mencelakakan. Berbicara jujur adalah dasar dari Kebenaran.