Langsung ke konten utama

Kelak

Kadang aku berpikir tentang siapa jodohku.
Pakaian apa yang kupakai saat di pelaminan.
Ah bukan, Kapan aku menikah..

Apakah aku ada saat aku menikah?
Apakah semua yang aku harapkan telah ada?
Atau bahkan, Aku menikah dalam kesedihan?

Aku tak perduli siapa jodohku!
Aku tak perduli akan hal itu!

Yang aku takutkan. Apakah masih ada orang tuaku saat aku menikah kelak?

Apakah aku hatus mengangis saat ini.
Mengapa aku terlalu bdoh!
Mengapa baru sekarang aku menyadari hal ini!?

Tentang semua hal yang telah aku lakukan kepada orang tuaku!
Aku telah menjadi anak durhaka menurutku.
Belum bisa memberi apa-apa untuk mereka.

Kelak, siapa yang akan menjadi pendampingku saat menunggu mempelai wanita menaiki singgasana pelaminan?

Sungguh! Aku ingin mengulang masa kecilku.
Masa aku sangat nakal.
Masa aku tak pernah mendengarkan.
Masa aku masih pintar.

Aku ingin merubah diriku !

Tuhan, Beri aku, orang tuaku, saudara-saudaraku, teman-temanku kesehatan dan umur yang panjang. Agar mereka dapat merasakan kebahagiaan bersamaku. Agar mereka dapat mendengar permintaan maafku atas perbuatanku selama ini.

Aku adalah seorang Biasa. Yang banyak akan dosa.
Namun aku tak lupa orang tua. Yang telah menjadikanku orang Luar Biasa.

Komentar

Popular Posts

Jenuh

Kalian tau? Awal mula seseorang mendapat sebuah kesenangan dalam melakukan suatu hal. Mereka pasti akan sangat sangat antusias dalam melakukan hal tersebut. Sigap, cepat, cekatan. Persetan dengan tenaga yang terkuras habis. Lantas bagaimana jika sebuah kesenangan yang antusias tersebut sudah tidak menjadi prioritas, menjadi sebuah kebosanan dalam diri kita? Ya, kalian pasti akan angin anginan dalam melakukan hal tersebut. Malas. Baru akan melakukan saja sudah mengeluh cape'. Ya harus bagaimana lagi. Mood kita akan sesuatu itu sudah terkikis. Tidak timbul lagi sebuah kesenangan dalam melakukan hal itu. Monoton. Mencoba menciptakan variasi baru juga mungkin hanya bertahan sebentar. Butuh penyemangat diri, bukan sebuah kalimat motivator yang berada di mading kampus, atau billboard gede di tengah persimpangan. bukan kata-kata manis seorang motivator handal. Saya rasa itu sama saja. Tidak akan mengubah antusiasme kalian. Mungkin beberapa kasus memang bisa di atasi dengan cara ...

Malam

Terjaga aku karena Kafein.. Sementara gumpalan awan hitam yang mungkin karena malam menutup sebagian dari wajah rembulan.. Bintang sedang sedikit, mungkin 3 sampai 4.. Dengan diberi imbuhan ratusan dibelakangnya.. Dan tiba-tiba aku teringat bintang gemuk yang kelihatan kecil, cantik, dan aku suka.. Tapi dia bukan kejora yang dibicarakan para orang tua agar anak kesayangan mereka terlelap.. Dia sedang bermimpi bersanding dengan bulan.. Senangnya.. Mereka sama-sama di antariksa, mungkin bisa saling bertemu berpapasan dan bertukar senyum. Sementara di bumi, aku menyaksikan bersama segala dingin angin malam, mereka bersanding menemani malam setiap makhluk bermata.. Ya, aku tengah sendiri berdiri di pinggir jalan. Memandang dengan seksama setiap roda yang mengangkut tuannya. Ya, aku sedang berpikir bagaimana caranya agar sesuatu yang dilepas akan dirasa ikhlas. Ya, truk roda 6 itu menghantam pembatas jalan. Terguncang terbalik menghunus warung didepan. Ya, takdir memang...

Jujur atau Menjujurkan

Kalian pasti senang dipuji. Senang sekali. Itu pasti. Tapi pernahkah kalian merasa bahwa Pujian yang kalian rasakan itu sebenarnya dapat membuat anda menjadi seorang Yang berbeda? Ya berbeda. Cenderung lebih Malas. Malas untuk Instropeksi. Karena merasa sudah baik atau benar. Sejujurnya, pujian yang dilontarkan seseorang kepada kalian itu tidak semuanya benar. Bisa jadi itu adalah sebuah "pemanis" agar kamu dan dia lebih dekat. Terkadang jujur akan kekurangan atau kejelekan seseorang itu lebih baik dari pada bohong akan kebaikannya. Tapi kalian harus mencari waktu yang tepat untuk mengungkapkannya. Jangan sampai kau membuat dia menjadi sakit hati dengan kejujuranmu. Kata-Kata yang enak didengar cenderung meninabobokkan orang, Tetapi belum tentu bermanfaat dan sering mencelakakan. Berbicara jujur adalah dasar dari Kebenaran.