Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2014

Kerbau

Gerimis sendu di hari setelah Rabu Awan menggumpal hitam akan menangis Kerbau betina, juga jantan masih riang gembira berkubang Kulitnya mungkin tebal menahan air berbaris-baris Aku, lebih memilih untuk duduk dibawah naungan gubuk ditengah pematang Tentram, Melihat senang kerbau jantan bersama betinanya Juga ditemani angin yang membawa aku hanyut dalam fantasi Membayangkan jika saja aku yang berada di bawah air hujan Kulitku adalah kulit bayi, kena angin sedikit saja menggigil Ingin sekali aku bersenang-senang saat hujan gerimis Tertawa lepas, bukan menangis Tapi kenapa aku harus cemburu pada si Jantan? Aku juga bukan siapa-siapa si Betina Lagian, ia adalah milik pemiliknya yang sedang meniup seruling di bawah pohon besar itu Bagaimanapun, aku tidak bisa apa-apa Hanya mampu melihat dari kejauhan si Kerbau sedang riang hatinya Dan sepertinya, ia melirik ke arahku Dan atau mungkin bahkan membicarakan aku yang sendiri mencoret-coret awan dengan angan . . . .

Hujan

Hujan, Selalu saja bisa membuat kita mengingat kembali memori akan itu. Indah, dan juga kadang bisa menjadi tidak, Ketika memang kenangan itu harus kita hapus meski sakit rasanya. Hujan dikala maghrib, warna mendung langit berpadu warna petang indah pergantian sore ke malam, disinari temaram lampu taman berserta jatuhnya air dari angkasa raya. Jauh sangat mampu membuat perasaan ini bergejolak. Mengingat lagi, dulu, tidak pernah pulang jika sudah bermain seperti ini. Hanya panggilan nyaring ibu dan pukulan sapu lidi ayah yang mampu menyudahi kesenanganku akan air Hujan. Tapi itu dulu. Dulu, dan dulu sekali. Dulu, hukan akan menjadi sangat menyenangkan, Sekarang, sudah sangat beda. Entah karena waktu, atau karena faktor yang lain. Atau mereka indah karena sudah berlalu. Surakarta, hujan sore itu dikala sepi dan luka, dan baru akan sembuh dari sakit.

Heboh-nism

" Orang pintar minum Tolak Angin. Orang nggak pintar, nyinyirin orang yang minum Tolak angin.. Hidup ini gitu, nggak mau minum tolak angin. "   Sudah di beri kesempatan untuk menentukan, tidak memakai apa yang telah di beri. menyia-nyiakan nya dan lalu berspekulasi bahwa merasa dikhianati. " Jika sakit berlanjut, hubungi dokter. Kalau nggak punya pulsa, ya beli. Jangan ngomel-ngomel nyinyir, terus ngehina dokter. "   Masih saja seperti ini dari dulu. Ada keluhan tidak berkata, setelah lebih, malah ngata-ngatain yang bersangkutan. " Buat anak kok coba-coba. Jadi maunya gimana? Masih harus ngikutin kemauan? Ya gimana yaa.. Nggak maju. "  Keinginan itu memang perlu, tapi kebutuhan itu penting. Tidak perduli apa, jika memang sangat mendesak, maka dahulukan " Jauh di mata, dekat di hati. Jauh disana, eh jauh disini. Nggak terlihat meski kamu sebegitu semangat. Nah disini, aku hanya untukmu. "   Kalian berkata demikian dibelakang...

Edupark

Hari Rabu jam 12 siang yang panas, kita ber-3 menuju edupark yang terpilih sebagai objek tujuan. Kami kira akan sepi karena siang hari dan panas. Tapi nyatanya masih banyak saja yang berkunjung. 20 orang yang terhitung atau bahkan lebih. Dan mereka adalah siswa SMA atau SMP atau Mahasiswa dan atau juga bapak-bapak perawat rumput lapangan sepak bola yang ada di sana. Pepohonan disini tidak terlalu rindang memang, tapi cukup asri. Dengan sejuk angin meniup sela-sela pohon jati yang daunnya gugur kebawah dan belum di bersihkan. Katanya buat kompos untuk nanti jadi pupuk. Oh iya, disini, di edupark ini ada sebuah tempat untuk peng-kompos-an. Jadi daun-daun yang jatuh karena waktunya, atau segala yang ada di sini diolah di tempat yang bernama “rumah kompos” agar taman ini bisa produktif. Bukan hanya sebagai sarana untuk melepas penat di sore hari, atau jogging untuk membentuk tubuh sehat dan kuat. Pun juga dengan kompos yang nantinya juga untuk pupuk daripada tanaman disini. Rumah Komp...

Topeng

Puisi ini tercipta dari potensi sakit hati Bersama orang-orang Matrealis Metropolis Duduk bersama berbincang tentang Nasionalis Yang nyatanya kami semua adalah yang Apatis Dengan lantang ia suarakan kebebasan Dibalik Topeng penuh Loreng Bagai Singa si Raja Hutan Mengendap dalam bisu Membawa Pilu Seperti Cobra menahan nafsu Tak ada yang mampu mengerti Saat ini hanya ada angin dan angin Malam ini, biarkan ia menggorogoti diri ini.

Haii Night

Aku tau malam sama siang itu beda. Tapi jamnya sama. Aku tau malam sama siang itu beda. Tapi kalo ngantuk jadi sama. Aku tau malam sama siang itu beda. Tapi kalo ada sepakbola di TV jadi sama. Aku tau malam sama siang itu beda. Tapi kalo lapar jadi sama. Jadinya aku tau kalo malam sama siang itu beda tapi sama. Jangan di pikirkan agar bingung.

Haii Day

Pagi hari bangun tidur hanya satu keinginan. Untuk Tidur lagi. Tapi tidak boleh. Karena harus sekolah. Dulu Sekolah disuruh. Dulu Sekolah pakai seragam. Dulu Sekolah di antar sampai depan gerbang. Tuhan kenapa kau cinptakan pagi untuk kami agar mengeluh karena Sekolah. Yang bahkan pulang siang. Atau bahkan Sore. Hingga tidak bisa tidur siang. Atau bahkan tidur sore karena Les. Tuhan kenapa kau utus guru-ku untuk memberi PR yang bahkan mungkin tidak kami kerjakan ketika malam karena ngantuk. Atau karena nonton Teve. Atau karena jalan-jalan. Yang nyatanya hanya tiduran. 24 jam itu cukup lama ketika saudaramu ada yang hilang. Karena lapornya harus nunggu 1x24 jam. Begitu kata Polisi. Tapi 72 jam itu singkat sekali ketika PR mu ditanyakan oleh guru disekolah. Yang kabarnya jika tidak dikerjakan akan dihukum. Senangnya jika tidak. Jadi aman

Bermenung

Termenung duduk di anak tangga Tak ada senyum menghias meski teman-temannya bercanda. Banyak yang menegur sapa. Tapi hanya menganggukkan kepala. Entah apa gerangan yang sedang di rasakan. Gelagatnya berkata bagaikan tanpa harapan. Bahaya jika tiba-tiba dia loncat dari lantai tiga. Apa kata dunia jika seorang mahasiswa putus asa lalu meregang nyawa. Pernah kucoba menanyakan kenapa. Namun apa, tak kunjung tiba jawabannya. Dia mungkin berpikir bahwa aku bukan siapa-siapa yang tak perlu tanya tentang dirinya atau tentang semuanya. Tak apalah itu semua bila tidak terjawab. Kelak juga akan terjelaskan jika waktunya siap. Hanya ingin dia merasa senang. Agar aku juga senang.

Cinta

Dijaman sekarang ini remaja atau manusia muda pasti ingin yang namanya pacaran. Sepertinya pacaran membuat mereka merasa lebih tinggi levelnya ketimbang yang tidak pacaran. Sesungguhnya tujuan awal mereka pacaran bukan untuk menghadapi level yang serius. Tetapi malah lebih kepada tujuan yang sepele, seperti pujian dari teman, atau hanya karena ingin dilihat lebih keren. Mereka dengan sesuka nya mengumbar kata kata cinta. Cinta, cinta dan cinta. 1 hal yang harus kalian ketahui. Yang salah dari Kata Cinta adalah, itu keluar dari mulut. Kau tau kenapa? Seorang lelaki dengan mudahnya mengatakan cinta pada wanita. Sang wanita terpukau dengan kata-kata lelaki. Mereka berpacaran. Tak lama mereka berpisah, selesai sudah. Kemudian sang lelaki tadi bertemu wanita lain. Keluar kembali kata-kata cinta. Berpacaran lah kembali dia. Simple sekali kata cinta tersebut. Salahnya dimana? Karena kata cinta tersebut bukan dari hati. Cinta yang sebenarnya bukan dari mulut wahai saudarak...

Malam Syahdu Penebar Aroma 6

Sejauh langkah kaki ini melangkah. Memandang kejauhan. Tak ada yang mampu kulakukan. Hanya terus berjalan. Tidakkah kau mengerti kalau aku ini sudah lelah. Lalu kau terus selalu mengujiku dengan sedemikian rupa. Kau pernah berkata ingin lebih memahami maksud seseorang. Lantas? Apa yang kau tunggu. Sudah cukup lama rasa ini tersimpan di dalam sini. Ingin rasanya meletus, namun kutahan. Aku masih tidak ingin membuyarkan konsentrasimu. Tanggunganmu dengan mereka masih banyak. Siapa saya tiba tiba mengganggu itu semua.  Mau dibawa kemana diri saya. Tidak, tidak perlu secepat ini.  Bahkan tidak pun tak masalah. Asal kau tahu saja. Tak ada yang mampu aku ucapkan saat ini. Seindah indah mentari adalah mentari ufuk timur. Karena apa. Dengan begitu kita masih bisa melalui hari ini bersama, berdua.

Too Much

Bukan tentang apa yang terucap. Tapi tentang apa yang ada dalam hati. Sesungguhnya berucap, semua orang pun bisa. Aku pun. Berkata semau mereka. Bahkan otak tidak lagi berguna jika mulut sudah bersuara. Tidak pernahkah kalian berpikir kalau terlalu banyak bicara itu membuat sakit? Gak aus bro ngomong terus? hehe Sakitnya bukan ada pada diri anda. Namun pada orang yang ada dan yang mendengarkan. Berbicaralah seperlunya. Manusia terkadang tamak akan kemampuannya. Ya begitulah sifat manusia. Tak apalah, harus kau maklumi itu. Kau juga pernah khilaf dengan itu semua. Setidaknya kau harus merasakan sakitnya. Manusia terkadang tidak merasakan sakit yang orang lain rasakan, padahal ia pernah merasakannya. Karena apa? karena dia mau membalas itu semua.

Malam Syahdu Penebar Aroma 5

Mencoba untuk tidak tertarik ke yang lain. Yang lain biarkanlah menjadi hiburan mata. Yasudah Kamu tau aku siapa? Aku tak tau. Mungkin dia tau. Eh salah, dia sendiri pun tak tau apa yang dia bicarakan. Semalam aku bermimpi tentangmu. ingin kuceritakan. Tapi aku lupa jalan ceritanya. Mungkin nanti akan kulanjutkan mimpiku. Semoga saja tak ada yang berubah dari jalan cerita semalam. Aku suka sekali. Apa itu semua gara-gara bantalku ini? Mungkin saja. Bantal ajaib yang kau berikan ini. Tak serta merta hanya pengganjal kepala tat kala tidurku. Tapi mampu menggapai angan tentangmu. Oh Kukira hanya mimpi di malam hari. Ternyata, itu mimpi disaat aku tertidur. Terjadi siang ini. Jumpa denganmu, kurasa mimpi. Ternyata iya. Aku banyak memiliki kelemahan. Salah satunya terhadapmu. Aku paham itu, tapi tak bisa mengubah itu. Sorry Apakah kau tau kemenangan yang sesungguhnya itu? Adalah ketika kau melindungi sesuatu yang paling berharga darimu. Aku? Melindungimu...

Malam Syahdu Penebar Aroma 4

Kulihat malam terang meneteskan air. Darinya ku dapati aroma sejarah yang akan terulang kembali. Berharap ku disadarkan. Tapi maaf, aku sudah sadar saat ku pertama kali berjumpa denganmu. Kau cantik, akupun Aku melihat dia berlindung kepada temannya. Sempat ku bercermin, wajahku tak seperti monster. Lalu kenapa kau takut kehadiranku? Tapi kamu tidak takut kan? Kau hebat! Aku suka. Apa kau masih ingin melihat yang lain? Akan kutunjukkan. Tidak!  Salah besar ketika temanmu berpikir kalau aku hanya akan menunjukkan sampah Aku bukan seperti itu. Itu yang lain. Bukan ku. Jarak rumahku dengan rumahmu hampir tiga puluh meter, tapi ku tak pernah berjumpa denganmu. Apa kau punya pintu belakang? Aku ingin tahu. Apa kau sedang sibuk Hingga aku jarang melihat wajah se-elok bidadari khayangan keluar dari istananya. Aku tak yakin. Aku selalu melhatmu tidak melakukan apa-apa. Aku melihatmu setiap malam. Tapi sayang, ketika aku tidu...

Malam Syahdu Penebar Aroma 3

Aku melihatmu dari kejauhan. Jauh Seperti bukan kamu. Apa aku salah melihat orang? Tapi aku yakin, aku tidak salah menilai orang. Aku sedih mendengar Schumacher koma. Tapi aku lebih sedih ketika kamu berkata tanpa koma, membuat persepsi berbeda. Ada seorang di depanku. AKu tak tau itu semua benar atau tidak. Bercerita tentangnya, covernya tidak menunjukkan. Aku salah menilai. Pekerja di India, cerita ke junior. Pembawaan ceritanya tidak enak didengar. Kusebul dengan asap rokok. Dia menghilang. Aku suka dia, kau pun. Tapi kumohon jangan berbuat yang merugikan. Kau masih punya kehidupan. Lihat lingkungan, lihat ! Haruskah di akhiri dengan kata selesai? Belum tentu. Masih mungkin ada hari esok

Malam Syahdu Penebar Aroma 2

Aku  love you with  semua tentang dirimu. Bukan hanya wajahmu yang seperti orang lain lakukan. Kamu  perfect  buatku. Tapi aku siapa? Lalu memang dia datang tanpa di undang kepermukaan, cerita panjang lebar. Dan lalu menghasut semua. Lalu aku kemana? Kamu disitu saja cinta Ketika aku bukan siapa-siapa. dia datang mendapatkanmu. Yang memang telah lebih lama menjadi orang yang ada untuk mengasihimu. Tapi? Aku tidak Dia punya pengalaman yang tak kumiliki. Aku siapa dibanding dia? Tidak ada. Dia Superman! Hidupnya perjalanan panjang, Aku? Shortcut  penuh pengeluhan. Pantaskah aku mendampingimu? Atau tidak. Seperti ini, Aku lulus, menjadi orang. Dan kembali untuk mengejarmu. Agar kau tahu, Hidupku juga memiliki cerita motivasi. Sedari tadi aku tak berpikir sama sekali. Pikiranku terperangkap dalam mu. Aku hanya membual. Laiknya daun terombang-ambing air laut Tapi daun itu tau, Dia pada akhirnya akan ketepian dimana keselamatan menan...

Malam Syahdu Penebar Aroma

Coba kau mengerti maksudku, pahamilah. Aku bukannya tidak menyukai, tidak sama sekali. Ketika aku berkata seperti itu pada saat itu, aku sedang berpikir apa kata yang tepat yang akan ku ucapkan kemudian. Lalu dia datang dengan kewibawaan. Dan benar, pada saat itu aku menyukaimu. Tanpa rencana, tanpa bualan, tanpa tingkatan. Tapi aku tidak tahu, apa kamu melihatku? Kau tidak melihatku? Tak apa. Aku tulus tanpa pamrih. Tak perlu mengumbar kepada banyak orang perasaan ini. Memandang picture curian pun aku senang. Aku tak tau apa kau membicarakan aku di depan temanmu, Atau kau hanya mengatakan cerita kepadanya. Tapi aku suka senyum manis bibirmu. Kau suka itu? akan kubelikan untukmu. Aku tak butuh pamrih, Aku hanya ingin kau bahagia. Itu saja, Aku tak butuh kehadiranmu. Menunggu hingga akhirnya kau tak ada pun tak masalah buatku. Aku suka berhitung, kau juga kan? Kita sama. Lalu kenapa?

Less or More?

Maunya ku rutin untuk terus menumbukkan jemari tangan kepada tuas-tuas keyboard Laptop kesayangan. Tapi yang kurasakan adalah semua yang berlawanan dengan apa yang aku inginkan. Semua tidak terjadi. Aku takut Aku takut ketika aku menulis, ketika aku memberi sebuah tulisan motivasi, ketika aku memberi sebuah perancangan kebaikan kepada orang lain. Namun aku tidak melaksanakannya. Aku takut itu. Tuhanku mengganjar ku dengan Neraka kepada orang orang yang berbicara kepada kebaikan, namun dia sendiri tidak menjalankan kebaikan itu sendiri. Kapasitasku belum mampu untuk melakukan kebaikan itu. Tapi aku sudah mampu mengajak mereka. Aneh kan? Seperti Write More, Do Less "Banyak orang yang juga keliru saat mengingatkan orang lain dan menunjukkan kesalahan mereka. Meskipun dapat menunjukkan kesalahan orang lain, kesimpulan anda belum tentu benar walau anda sangat yakin"

Hari ini, esok dan lusa.

Aku hanya gemetar ketakutan saat kau sedih akan burung yang lupa bagaimana cara terbang. Layaknya Ikan yang lupa dimana ia tinggal yang jelas jelas tak jauh dari air berada. Apakah mungkin yang kau rasakan tak seperti apa yang kau bayangkan. Saat semua berubah tak seperti semestinya? Melihat sungai mengalir ke atas menuju tempatnya berasal. Mengindahkan segala hukum yang ada. Bukan mauku menjadi yang pertama. Sungguh aku tidak menginginkan adanya kedustaan

DSY

Seringkali manusia terlalu asik dengan hidupnya, dan lupa keberadaan sesama yang duduk menunggu di sisinya. Jangankan tawa, terkadang sapa pun lupa untuk diberikannya, Andai semua manusia tahu, Bahwa sebenarnya ada kekuatan besar yang terselip dalam hubungan terhadap sesama hamba Tuhan. Kekuatan yang memuliakan dan membahagiakan. Semoga Tuhan senantiasa menyertai anda beserta keluarga dengan kebahagiaan yang memuliakan. Amin.. --------------------------------------------------------------------------------------------------------- -Dody Sam Yusuf-

Jenuh

Kalian tau? Awal mula seseorang mendapat sebuah kesenangan dalam melakukan suatu hal. Mereka pasti akan sangat sangat antusias dalam melakukan hal tersebut. Sigap, cepat, cekatan. Persetan dengan tenaga yang terkuras habis. Lantas bagaimana jika sebuah kesenangan yang antusias tersebut sudah tidak menjadi prioritas, menjadi sebuah kebosanan dalam diri kita? Ya, kalian pasti akan angin anginan dalam melakukan hal tersebut. Malas. Baru akan melakukan saja sudah mengeluh cape'. Ya harus bagaimana lagi. Mood kita akan sesuatu itu sudah terkikis. Tidak timbul lagi sebuah kesenangan dalam melakukan hal itu. Monoton. Mencoba menciptakan variasi baru juga mungkin hanya bertahan sebentar. Butuh penyemangat diri, bukan sebuah kalimat motivator yang berada di mading kampus, atau billboard gede di tengah persimpangan. bukan kata-kata manis seorang motivator handal. Saya rasa itu sama saja. Tidak akan mengubah antusiasme kalian. Mungkin beberapa kasus memang bisa di atasi dengan cara ...