Langsung ke konten utama

Malam Syahdu Penebar Aroma 5

Mencoba untuk tidak tertarik ke yang lain.
Yang lain biarkanlah menjadi hiburan mata.
Yasudah

Kamu tau aku siapa?
Aku tak tau.
Mungkin dia tau.
Eh salah,
dia sendiri pun tak tau apa yang dia bicarakan.

Semalam aku bermimpi tentangmu.
ingin kuceritakan.
Tapi aku lupa jalan ceritanya.
Mungkin nanti akan kulanjutkan mimpiku.

Semoga saja tak ada yang berubah dari jalan cerita semalam.
Aku suka sekali.
Apa itu semua gara-gara bantalku ini?
Mungkin saja.

Bantal ajaib yang kau berikan ini.
Tak serta merta hanya pengganjal kepala tat kala tidurku.
Tapi mampu menggapai angan tentangmu.
Oh

Kukira hanya mimpi di malam hari.
Ternyata, itu mimpi disaat aku tertidur.
Terjadi siang ini.
Jumpa denganmu, kurasa mimpi. Ternyata iya.

Aku banyak memiliki kelemahan.
Salah satunya terhadapmu.
Aku paham itu, tapi tak bisa mengubah itu.
Sorry

Apakah kau tau kemenangan yang sesungguhnya itu?
Adalah ketika kau melindungi sesuatu yang paling berharga darimu.
Aku? Melindungimu!

Kita tercipta di dunia ini dengan pelbagai macam perbedaan.
Maka dengan itu kita di persatukan.

Kau tau magnet? mereka bersatu karena kutubnya berbeda.
Begitupun aku denganmu.
Tak perlu mencari kesamaan.
Kita cocok.
Lanjutkan!

Aku selalu berkata perasaanku melalui mulutku,
gerak gerikku,
maupun tulisanku seperti saat ini.
Sebenarnya itu semua rekayasa.
Itu adalah hatiku yang berbicara melalui perantara.

Komentar

Popular Posts

Jenuh

Kalian tau? Awal mula seseorang mendapat sebuah kesenangan dalam melakukan suatu hal. Mereka pasti akan sangat sangat antusias dalam melakukan hal tersebut. Sigap, cepat, cekatan. Persetan dengan tenaga yang terkuras habis. Lantas bagaimana jika sebuah kesenangan yang antusias tersebut sudah tidak menjadi prioritas, menjadi sebuah kebosanan dalam diri kita? Ya, kalian pasti akan angin anginan dalam melakukan hal tersebut. Malas. Baru akan melakukan saja sudah mengeluh cape'. Ya harus bagaimana lagi. Mood kita akan sesuatu itu sudah terkikis. Tidak timbul lagi sebuah kesenangan dalam melakukan hal itu. Monoton. Mencoba menciptakan variasi baru juga mungkin hanya bertahan sebentar. Butuh penyemangat diri, bukan sebuah kalimat motivator yang berada di mading kampus, atau billboard gede di tengah persimpangan. bukan kata-kata manis seorang motivator handal. Saya rasa itu sama saja. Tidak akan mengubah antusiasme kalian. Mungkin beberapa kasus memang bisa di atasi dengan cara ...

Malam

Terjaga aku karena Kafein.. Sementara gumpalan awan hitam yang mungkin karena malam menutup sebagian dari wajah rembulan.. Bintang sedang sedikit, mungkin 3 sampai 4.. Dengan diberi imbuhan ratusan dibelakangnya.. Dan tiba-tiba aku teringat bintang gemuk yang kelihatan kecil, cantik, dan aku suka.. Tapi dia bukan kejora yang dibicarakan para orang tua agar anak kesayangan mereka terlelap.. Dia sedang bermimpi bersanding dengan bulan.. Senangnya.. Mereka sama-sama di antariksa, mungkin bisa saling bertemu berpapasan dan bertukar senyum. Sementara di bumi, aku menyaksikan bersama segala dingin angin malam, mereka bersanding menemani malam setiap makhluk bermata.. Ya, aku tengah sendiri berdiri di pinggir jalan. Memandang dengan seksama setiap roda yang mengangkut tuannya. Ya, aku sedang berpikir bagaimana caranya agar sesuatu yang dilepas akan dirasa ikhlas. Ya, truk roda 6 itu menghantam pembatas jalan. Terguncang terbalik menghunus warung didepan. Ya, takdir memang...

Jujur atau Menjujurkan

Kalian pasti senang dipuji. Senang sekali. Itu pasti. Tapi pernahkah kalian merasa bahwa Pujian yang kalian rasakan itu sebenarnya dapat membuat anda menjadi seorang Yang berbeda? Ya berbeda. Cenderung lebih Malas. Malas untuk Instropeksi. Karena merasa sudah baik atau benar. Sejujurnya, pujian yang dilontarkan seseorang kepada kalian itu tidak semuanya benar. Bisa jadi itu adalah sebuah "pemanis" agar kamu dan dia lebih dekat. Terkadang jujur akan kekurangan atau kejelekan seseorang itu lebih baik dari pada bohong akan kebaikannya. Tapi kalian harus mencari waktu yang tepat untuk mengungkapkannya. Jangan sampai kau membuat dia menjadi sakit hati dengan kejujuranmu. Kata-Kata yang enak didengar cenderung meninabobokkan orang, Tetapi belum tentu bermanfaat dan sering mencelakakan. Berbicara jujur adalah dasar dari Kebenaran.