Langsung ke konten utama

Heboh-nism

"Orang pintar minum Tolak Angin. Orang nggak pintar, nyinyirin orang yang minum Tolak angin.. Hidup ini gitu, nggak mau minum tolak angin."  
Sudah di beri kesempatan untuk menentukan, tidak memakai apa yang telah di beri. menyia-nyiakan nya dan lalu berspekulasi bahwa merasa dikhianati.



"Jika sakit berlanjut, hubungi dokter. Kalau nggak punya pulsa, ya beli. Jangan ngomel-ngomel nyinyir, terus ngehina dokter." 
Masih saja seperti ini dari dulu. Ada keluhan tidak berkata, setelah lebih, malah ngata-ngatain yang bersangkutan.


"Buat anak kok coba-coba. Jadi maunya gimana? Masih harus ngikutin kemauan? Ya gimana yaa.. Nggak maju.
Keinginan itu memang perlu, tapi kebutuhan itu penting. Tidak perduli apa, jika memang sangat mendesak, maka dahulukan

"Jauh di mata, dekat di hati. Jauh disana, eh jauh disini. Nggak terlihat meski kamu sebegitu semangat. Nah disini, aku hanya untukmu." 
Kalian berkata demikian dibelakang, tidak mungkin mereka mengerti. Katakanlah dalam lantang secara resmi. Dan ini untukmu

"Karena rasa adalah segalanya. Tapi Demi rasa, meski tidak sependapat, aku rela.
Tidak harus sependapat untuk mencapai suatu kesuksesan kelompok.

"Apapun yang terjadi, kalianlah yang sebelumnya menentukan. Jangan jadi pelecut amarah ketidakadilan yang padahal dari diri anda.
Sia-sia semua. Makanya selektif dalam mendapatkan sesuatu, lihat sumber, jangan ngikut bebek saja. Kalo perlu, terbang.




Komentar

Popular Posts

Jenuh

Kalian tau? Awal mula seseorang mendapat sebuah kesenangan dalam melakukan suatu hal. Mereka pasti akan sangat sangat antusias dalam melakukan hal tersebut. Sigap, cepat, cekatan. Persetan dengan tenaga yang terkuras habis. Lantas bagaimana jika sebuah kesenangan yang antusias tersebut sudah tidak menjadi prioritas, menjadi sebuah kebosanan dalam diri kita? Ya, kalian pasti akan angin anginan dalam melakukan hal tersebut. Malas. Baru akan melakukan saja sudah mengeluh cape'. Ya harus bagaimana lagi. Mood kita akan sesuatu itu sudah terkikis. Tidak timbul lagi sebuah kesenangan dalam melakukan hal itu. Monoton. Mencoba menciptakan variasi baru juga mungkin hanya bertahan sebentar. Butuh penyemangat diri, bukan sebuah kalimat motivator yang berada di mading kampus, atau billboard gede di tengah persimpangan. bukan kata-kata manis seorang motivator handal. Saya rasa itu sama saja. Tidak akan mengubah antusiasme kalian. Mungkin beberapa kasus memang bisa di atasi dengan cara ...

Malam

Terjaga aku karena Kafein.. Sementara gumpalan awan hitam yang mungkin karena malam menutup sebagian dari wajah rembulan.. Bintang sedang sedikit, mungkin 3 sampai 4.. Dengan diberi imbuhan ratusan dibelakangnya.. Dan tiba-tiba aku teringat bintang gemuk yang kelihatan kecil, cantik, dan aku suka.. Tapi dia bukan kejora yang dibicarakan para orang tua agar anak kesayangan mereka terlelap.. Dia sedang bermimpi bersanding dengan bulan.. Senangnya.. Mereka sama-sama di antariksa, mungkin bisa saling bertemu berpapasan dan bertukar senyum. Sementara di bumi, aku menyaksikan bersama segala dingin angin malam, mereka bersanding menemani malam setiap makhluk bermata.. Ya, aku tengah sendiri berdiri di pinggir jalan. Memandang dengan seksama setiap roda yang mengangkut tuannya. Ya, aku sedang berpikir bagaimana caranya agar sesuatu yang dilepas akan dirasa ikhlas. Ya, truk roda 6 itu menghantam pembatas jalan. Terguncang terbalik menghunus warung didepan. Ya, takdir memang...

Jujur atau Menjujurkan

Kalian pasti senang dipuji. Senang sekali. Itu pasti. Tapi pernahkah kalian merasa bahwa Pujian yang kalian rasakan itu sebenarnya dapat membuat anda menjadi seorang Yang berbeda? Ya berbeda. Cenderung lebih Malas. Malas untuk Instropeksi. Karena merasa sudah baik atau benar. Sejujurnya, pujian yang dilontarkan seseorang kepada kalian itu tidak semuanya benar. Bisa jadi itu adalah sebuah "pemanis" agar kamu dan dia lebih dekat. Terkadang jujur akan kekurangan atau kejelekan seseorang itu lebih baik dari pada bohong akan kebaikannya. Tapi kalian harus mencari waktu yang tepat untuk mengungkapkannya. Jangan sampai kau membuat dia menjadi sakit hati dengan kejujuranmu. Kata-Kata yang enak didengar cenderung meninabobokkan orang, Tetapi belum tentu bermanfaat dan sering mencelakakan. Berbicara jujur adalah dasar dari Kebenaran.