Langsung ke konten utama

Cinta

Dijaman sekarang ini remaja atau manusia muda pasti ingin yang namanya pacaran.
Sepertinya pacaran membuat mereka merasa lebih tinggi levelnya ketimbang yang tidak pacaran.
Sesungguhnya tujuan awal mereka pacaran bukan untuk menghadapi level yang serius.
Tetapi malah lebih kepada tujuan yang sepele, seperti pujian dari teman, atau hanya karena ingin dilihat lebih keren.
Mereka dengan sesuka nya mengumbar kata kata cinta.
Cinta, cinta dan cinta.
1 hal yang harus kalian ketahui.
Yang salah dari Kata Cinta adalah, itu keluar dari mulut.
Kau tau kenapa?
Seorang lelaki dengan mudahnya mengatakan cinta pada wanita.
Sang wanita terpukau dengan kata-kata lelaki.
Mereka berpacaran.
Tak lama mereka berpisah, selesai sudah.

Kemudian sang lelaki tadi bertemu wanita lain.
Keluar kembali kata-kata cinta.
Berpacaran lah kembali dia.
Simple sekali kata cinta tersebut.

Salahnya dimana?
Karena kata cinta tersebut bukan dari hati.
Cinta yang sebenarnya bukan dari mulut wahai saudaraku.
Itu harus dari perbuatan, perilaku, pembuktian.
Jika tak sanggup, maka lupakan.

Pernahkah kalian mendengar kata Cinta pada saat ijab kabul?
Tidak pernah, bahkan tidak ada.
Dan hubungan mereka akan terus hingga satu kata memisahkan.

Lalu, masihkah percaya dengan kata cinta yang terucap?
Itusih problema kalian. Aku hanya menyampaikan.
Selamat Malam

Komentar

Popular Posts

Jenuh

Kalian tau? Awal mula seseorang mendapat sebuah kesenangan dalam melakukan suatu hal. Mereka pasti akan sangat sangat antusias dalam melakukan hal tersebut. Sigap, cepat, cekatan. Persetan dengan tenaga yang terkuras habis. Lantas bagaimana jika sebuah kesenangan yang antusias tersebut sudah tidak menjadi prioritas, menjadi sebuah kebosanan dalam diri kita? Ya, kalian pasti akan angin anginan dalam melakukan hal tersebut. Malas. Baru akan melakukan saja sudah mengeluh cape'. Ya harus bagaimana lagi. Mood kita akan sesuatu itu sudah terkikis. Tidak timbul lagi sebuah kesenangan dalam melakukan hal itu. Monoton. Mencoba menciptakan variasi baru juga mungkin hanya bertahan sebentar. Butuh penyemangat diri, bukan sebuah kalimat motivator yang berada di mading kampus, atau billboard gede di tengah persimpangan. bukan kata-kata manis seorang motivator handal. Saya rasa itu sama saja. Tidak akan mengubah antusiasme kalian. Mungkin beberapa kasus memang bisa di atasi dengan cara ...

Malam

Terjaga aku karena Kafein.. Sementara gumpalan awan hitam yang mungkin karena malam menutup sebagian dari wajah rembulan.. Bintang sedang sedikit, mungkin 3 sampai 4.. Dengan diberi imbuhan ratusan dibelakangnya.. Dan tiba-tiba aku teringat bintang gemuk yang kelihatan kecil, cantik, dan aku suka.. Tapi dia bukan kejora yang dibicarakan para orang tua agar anak kesayangan mereka terlelap.. Dia sedang bermimpi bersanding dengan bulan.. Senangnya.. Mereka sama-sama di antariksa, mungkin bisa saling bertemu berpapasan dan bertukar senyum. Sementara di bumi, aku menyaksikan bersama segala dingin angin malam, mereka bersanding menemani malam setiap makhluk bermata.. Ya, aku tengah sendiri berdiri di pinggir jalan. Memandang dengan seksama setiap roda yang mengangkut tuannya. Ya, aku sedang berpikir bagaimana caranya agar sesuatu yang dilepas akan dirasa ikhlas. Ya, truk roda 6 itu menghantam pembatas jalan. Terguncang terbalik menghunus warung didepan. Ya, takdir memang...

Jujur atau Menjujurkan

Kalian pasti senang dipuji. Senang sekali. Itu pasti. Tapi pernahkah kalian merasa bahwa Pujian yang kalian rasakan itu sebenarnya dapat membuat anda menjadi seorang Yang berbeda? Ya berbeda. Cenderung lebih Malas. Malas untuk Instropeksi. Karena merasa sudah baik atau benar. Sejujurnya, pujian yang dilontarkan seseorang kepada kalian itu tidak semuanya benar. Bisa jadi itu adalah sebuah "pemanis" agar kamu dan dia lebih dekat. Terkadang jujur akan kekurangan atau kejelekan seseorang itu lebih baik dari pada bohong akan kebaikannya. Tapi kalian harus mencari waktu yang tepat untuk mengungkapkannya. Jangan sampai kau membuat dia menjadi sakit hati dengan kejujuranmu. Kata-Kata yang enak didengar cenderung meninabobokkan orang, Tetapi belum tentu bermanfaat dan sering mencelakakan. Berbicara jujur adalah dasar dari Kebenaran.