Dijaman sekarang ini remaja atau manusia muda pasti ingin yang namanya pacaran.
Sepertinya pacaran membuat mereka merasa lebih tinggi levelnya ketimbang yang tidak pacaran.
Sesungguhnya tujuan awal mereka pacaran bukan untuk menghadapi level yang serius.
Tetapi malah lebih kepada tujuan yang sepele, seperti pujian dari teman, atau hanya karena ingin dilihat lebih keren.
Mereka dengan sesuka nya mengumbar kata kata cinta.
Cinta, cinta dan cinta.
1 hal yang harus kalian ketahui.
Yang salah dari Kata Cinta adalah, itu keluar dari mulut.
Kau tau kenapa?
Seorang lelaki dengan mudahnya mengatakan cinta pada wanita.
Sang wanita terpukau dengan kata-kata lelaki.
Mereka berpacaran.
Tak lama mereka berpisah, selesai sudah.
Kemudian sang lelaki tadi bertemu wanita lain.
Keluar kembali kata-kata cinta.
Berpacaran lah kembali dia.
Simple sekali kata cinta tersebut.
Salahnya dimana?
Karena kata cinta tersebut bukan dari hati.
Cinta yang sebenarnya bukan dari mulut wahai saudaraku.
Itu harus dari perbuatan, perilaku, pembuktian.
Jika tak sanggup, maka lupakan.
Pernahkah kalian mendengar kata Cinta pada saat ijab kabul?
Tidak pernah, bahkan tidak ada.
Dan hubungan mereka akan terus hingga satu kata memisahkan.
Lalu, masihkah percaya dengan kata cinta yang terucap?
Itusih problema kalian. Aku hanya menyampaikan.
Selamat Malam
Sepertinya pacaran membuat mereka merasa lebih tinggi levelnya ketimbang yang tidak pacaran.
Sesungguhnya tujuan awal mereka pacaran bukan untuk menghadapi level yang serius.
Tetapi malah lebih kepada tujuan yang sepele, seperti pujian dari teman, atau hanya karena ingin dilihat lebih keren.
Mereka dengan sesuka nya mengumbar kata kata cinta.
Cinta, cinta dan cinta.
1 hal yang harus kalian ketahui.
Yang salah dari Kata Cinta adalah, itu keluar dari mulut.
Kau tau kenapa?
Seorang lelaki dengan mudahnya mengatakan cinta pada wanita.
Sang wanita terpukau dengan kata-kata lelaki.
Mereka berpacaran.
Tak lama mereka berpisah, selesai sudah.
Kemudian sang lelaki tadi bertemu wanita lain.
Keluar kembali kata-kata cinta.
Berpacaran lah kembali dia.
Simple sekali kata cinta tersebut.
Salahnya dimana?
Karena kata cinta tersebut bukan dari hati.
Cinta yang sebenarnya bukan dari mulut wahai saudaraku.
Itu harus dari perbuatan, perilaku, pembuktian.
Jika tak sanggup, maka lupakan.
Pernahkah kalian mendengar kata Cinta pada saat ijab kabul?
Tidak pernah, bahkan tidak ada.
Dan hubungan mereka akan terus hingga satu kata memisahkan.
Lalu, masihkah percaya dengan kata cinta yang terucap?
Itusih problema kalian. Aku hanya menyampaikan.
Selamat Malam
Komentar
Posting Komentar