Surakarta malam minggu setelah hujan reda
Aspal keras mendadak lunak dan tentram
Langit sudah lelah menangis
Kilau lampu kota memantul
Daun-daun meneteskan sisa-sisa
Aku berhenti menunggu kereta lewat
Menunggu kepastian kereta yang datang dengan khidmat
Sepiku sesaat hilang lalu berganti penat
Hahahaha
Aku tertawa tanpa ada rasa
Hambar
Bagai susu segar tanpa gula
Dan kamu, menjadi pelengkap disaat ini
Penyenangku malam ini
Dengan sedikit senyum
2 centi terangkat
Dan aku senang
Dan kamu ternyata senang karena orang lain
Berdua berbicara tentang angin yang dingin
Atau tentang aspal yang basah
Terimakasih
Sudah mau-maunya dengar
Aspal keras mendadak lunak dan tentram
Langit sudah lelah menangis
Kilau lampu kota memantul
Daun-daun meneteskan sisa-sisa
Aku berhenti menunggu kereta lewat
Menunggu kepastian kereta yang datang dengan khidmat
Sepiku sesaat hilang lalu berganti penat
Hahahaha
Aku tertawa tanpa ada rasa
Hambar
Bagai susu segar tanpa gula
Dan kamu, menjadi pelengkap disaat ini
Penyenangku malam ini
Dengan sedikit senyum
2 centi terangkat
Dan aku senang
Dan kamu ternyata senang karena orang lain
Berdua berbicara tentang angin yang dingin
Atau tentang aspal yang basah
Terimakasih
Sudah mau-maunya dengar
malam minggu yang lalu ketika alunan musik merdu memenuhi penjuru ruangan
Komentar
Posting Komentar