Beberapa waktu yang lalu saya mengalami kebingungan akan aktivitas, kebosanan akan aktivitas, kemalasan akan rutinitas.
Sudah pada titik dimana rebahan
saja saya merasa bosan.
Hingga akhirnya saya memutuskan untuk menonton film. Film seri yang tidak terlalu berat dalam berpikir dan harus menyenangkan.
Jatuhlah pilihan ke sequel Harry Potter. Saya menyelesaikan
ke-tujuh (gak nonton yang pertama) memakan waktu hampir 7 hari. Sebab internet
provider di rumah saya ini memang minta dikata2in.
Lalu apa yang spesial dari orang
biasa seperti saya nonton harry potter hingga tamat? Ga ada. Eheh..
Tapi saya bisa menangkap sesuatu
dari film ini yang berkaitan dengan disiplin ilmu yang saya pelajari, ilmu
jiwa. Mulanya ada film yang berjudul Prisoner
of Azkaban. Tatkala Dementor memasuki kereta yang ditumpangi para siswa/i
Hogwarts. Dementor bertujuan untuk mengecek keberadaan Sirius Black yang kala
itu menjadi buronan kementerian sihir. Tak disangka, Dementor mampir ke bilik
yang berisi Harry dan sahabatnya.
Seperti yang kita tahu, Dementor
ini menghisap kebahagiaan. Menyisakan dan menampilkan kenangan buruk itu
kepermukaan.
Intinya, orang yang diserang
Dementor ini jadi gak jelas wes. Isinya takut dan murung. Harry aja sampe
semaput. Untungnya ada Profesor Lupin yang menyelamatkan Harry dengan mantra Expecto Patronus. Yang kemudian harry
menguasai mantra ini dan mengajarkan pada laskar Dumbledore.
Lalu konklusinya apa?
Dementor itu nyata.
Dementor sang pemangsa
kebahagiaan. Pemangsa kesenangan akan kehidupan. Menyisakan pedih, kalut,
gundah, serta keinginan untuk tidak ngapa-ngapain, dan berakhir …
Tapi Expecto Patronum itu juga
sangat nyata. Dan masing-masing dari kita memiliki bentuk patronus yang
berbeda-beda. Jika patronus harry berbentuk rusa jantan, maka patronus milik ku
berupa winner winner chicken dinnernya
pubg mobile. Ya.
Expecto patronum ini adalah
cahaya, cahaya penyelamat kita dari serangan dementor.
Bagiku expecto patronum itu mirip
dengan koping stress. Terapi diri. Relaksasi. Meditasi. Atau hal-hal yang bisa
buat kita hepi.
Pelajari dirimu, pelajari expecto
patronummu, temukan patronusmu.
Kita lawan dementor bersama-sama.
Eh tapi aku mau main pabji.
Komentar
Posting Komentar