Langsung ke konten utama

Betapa Susahnya . . .

Sesuatu yang berharga, sangat susah di dapatkan.

Mencari tempat kuliah idaman itu gak semudah membalikkan telapak tangan, gak semudah mengerdipkan mata, gak semudah nyetak gol ke gawang yang gak ada kipernya.

Bagaimana tidak. Ambil saja contoh aku. Kurang Lebih ada 5 Test masuk perguruan tinggi yang aku ikutin. dan Alhamdulillah, Semuanya tidak ada yang lolos. Kenapa Alhamdulillah? karena mereka tidak tahu, betapa bodohnya mereka tidak menerima aku sebagai mahasiswa nya (sok banget).

Padahal sebelumnya, aku sudah mengikuti yang namanya bimbingan belajar di salah satu bimbel ternama. Ya, bimbel. Tapi se beken apapun bimbel kamu, kalau kamu nya asal-asalan pasti gak akan dapat hasil yang di inginkan. Itu terjadi kepadaku. Hampir sebulan bimbel, aku hanya datang absen datang absen. Ya begitulah rutinitas selama sebulan pasca Unas.

Tapi ada banyak pelajaran yang bisa aku dapatkan karena kegagalanku ini. Iya, aku hanya mendapatkan Perguruan Tinggi Swasta. Namun di PTS ini aku mendapatkan sebuah Fakultas yang memang aku inginkan. Bukan 100% aku inginkan, tapi memang seperti aku dan fakultas ku adalah Jodoh yang baru bertemu.

Tapi banyak juga temen yang kurang senang dengan hasil tes mereka. Yang awalnya ingin di Negeri, sekarang malah dapat Swasta. "Semua orang pengen Negeri, Tapi apa beda Negeri Swasta Kalo kita lulus jadi gak guna".

Ada sedikit quotes yang aku bikin sendiri

"Bukan Masalah kamu negeri atau Swasta, atau karena Fakultas/Jurusanmu Pasaran Yang penting kamu lulus Bisa jadi PEMBEDA"


Komentar

Popular Posts

Jenuh

Kalian tau? Awal mula seseorang mendapat sebuah kesenangan dalam melakukan suatu hal. Mereka pasti akan sangat sangat antusias dalam melakukan hal tersebut. Sigap, cepat, cekatan. Persetan dengan tenaga yang terkuras habis. Lantas bagaimana jika sebuah kesenangan yang antusias tersebut sudah tidak menjadi prioritas, menjadi sebuah kebosanan dalam diri kita? Ya, kalian pasti akan angin anginan dalam melakukan hal tersebut. Malas. Baru akan melakukan saja sudah mengeluh cape'. Ya harus bagaimana lagi. Mood kita akan sesuatu itu sudah terkikis. Tidak timbul lagi sebuah kesenangan dalam melakukan hal itu. Monoton. Mencoba menciptakan variasi baru juga mungkin hanya bertahan sebentar. Butuh penyemangat diri, bukan sebuah kalimat motivator yang berada di mading kampus, atau billboard gede di tengah persimpangan. bukan kata-kata manis seorang motivator handal. Saya rasa itu sama saja. Tidak akan mengubah antusiasme kalian. Mungkin beberapa kasus memang bisa di atasi dengan cara ...

Malam

Terjaga aku karena Kafein.. Sementara gumpalan awan hitam yang mungkin karena malam menutup sebagian dari wajah rembulan.. Bintang sedang sedikit, mungkin 3 sampai 4.. Dengan diberi imbuhan ratusan dibelakangnya.. Dan tiba-tiba aku teringat bintang gemuk yang kelihatan kecil, cantik, dan aku suka.. Tapi dia bukan kejora yang dibicarakan para orang tua agar anak kesayangan mereka terlelap.. Dia sedang bermimpi bersanding dengan bulan.. Senangnya.. Mereka sama-sama di antariksa, mungkin bisa saling bertemu berpapasan dan bertukar senyum. Sementara di bumi, aku menyaksikan bersama segala dingin angin malam, mereka bersanding menemani malam setiap makhluk bermata.. Ya, aku tengah sendiri berdiri di pinggir jalan. Memandang dengan seksama setiap roda yang mengangkut tuannya. Ya, aku sedang berpikir bagaimana caranya agar sesuatu yang dilepas akan dirasa ikhlas. Ya, truk roda 6 itu menghantam pembatas jalan. Terguncang terbalik menghunus warung didepan. Ya, takdir memang...

Jujur atau Menjujurkan

Kalian pasti senang dipuji. Senang sekali. Itu pasti. Tapi pernahkah kalian merasa bahwa Pujian yang kalian rasakan itu sebenarnya dapat membuat anda menjadi seorang Yang berbeda? Ya berbeda. Cenderung lebih Malas. Malas untuk Instropeksi. Karena merasa sudah baik atau benar. Sejujurnya, pujian yang dilontarkan seseorang kepada kalian itu tidak semuanya benar. Bisa jadi itu adalah sebuah "pemanis" agar kamu dan dia lebih dekat. Terkadang jujur akan kekurangan atau kejelekan seseorang itu lebih baik dari pada bohong akan kebaikannya. Tapi kalian harus mencari waktu yang tepat untuk mengungkapkannya. Jangan sampai kau membuat dia menjadi sakit hati dengan kejujuranmu. Kata-Kata yang enak didengar cenderung meninabobokkan orang, Tetapi belum tentu bermanfaat dan sering mencelakakan. Berbicara jujur adalah dasar dari Kebenaran.