Langsung ke konten utama

Coretan Pertama

Selamat malam. . iya malam. karena aku nulis ini malam.

Malamnya Dingin ini Di kota orang. Kota yang aku tidak tahu akan seluk beluknya. Aneh, unik atau bahkan jijik. Semua perasaan ada dalam pikiran. Tentang bagaimana kota ini. Iya, kota yang akan menjadi saksi kesuksesanku Kelak.

Disini aku memulai masa depan. Masa Depan cerah untuk menggapai cita cita mulia. Jauh dari keluarga bukan berarti kita menjadi semakin bebas. Bukan. Bukan itu makna jauh dari keluarga. Jauh Dari keluarga seyogyanya dapat membuat kita lebih Dewasa. Lebih bisa membuka Jendela pengetahuan kita tentang apa itu yang disebut Mandiri, Disiplin dan Ketekunan.

1 bulan sudah kulewati di kota ini. Sedikit demi sedikit sudah mulai memahami kota ini. Meski masih belum bisa mencintai kota ini sepenuhnya. 

Pada Dasarnya aku gak akan mengira kalau akan berada di Kota ini. Kota yang baru aku ketahui perbedaanya kurang lebih 3 atau 4 hari lalu. Tapi mungkin ini sudah Jalannya. Mungkin ini adalah Jalan yang terbaik untuk ku. Sebenarnya kota ini tidak terlalu buruk untuk ukuran kota yang bisa dibilang "kota besar". Ini kota kecil. luasnya hanya sekitar 44Km2 (kalo tidak salah hitung mungkin segini). 

Tapi kelak, Kota kecil ini bisa jadi Kota besar yang benar benar besar. bukan dalam artian Luas.

Sama sepertiku. Orang udik yang bisa jadi besar dan benar benar besar di Negara ini. 

Semoga

Komentar

Popular Posts

Jenuh

Kalian tau? Awal mula seseorang mendapat sebuah kesenangan dalam melakukan suatu hal. Mereka pasti akan sangat sangat antusias dalam melakukan hal tersebut. Sigap, cepat, cekatan. Persetan dengan tenaga yang terkuras habis. Lantas bagaimana jika sebuah kesenangan yang antusias tersebut sudah tidak menjadi prioritas, menjadi sebuah kebosanan dalam diri kita? Ya, kalian pasti akan angin anginan dalam melakukan hal tersebut. Malas. Baru akan melakukan saja sudah mengeluh cape'. Ya harus bagaimana lagi. Mood kita akan sesuatu itu sudah terkikis. Tidak timbul lagi sebuah kesenangan dalam melakukan hal itu. Monoton. Mencoba menciptakan variasi baru juga mungkin hanya bertahan sebentar. Butuh penyemangat diri, bukan sebuah kalimat motivator yang berada di mading kampus, atau billboard gede di tengah persimpangan. bukan kata-kata manis seorang motivator handal. Saya rasa itu sama saja. Tidak akan mengubah antusiasme kalian. Mungkin beberapa kasus memang bisa di atasi dengan cara ...

Malam

Terjaga aku karena Kafein.. Sementara gumpalan awan hitam yang mungkin karena malam menutup sebagian dari wajah rembulan.. Bintang sedang sedikit, mungkin 3 sampai 4.. Dengan diberi imbuhan ratusan dibelakangnya.. Dan tiba-tiba aku teringat bintang gemuk yang kelihatan kecil, cantik, dan aku suka.. Tapi dia bukan kejora yang dibicarakan para orang tua agar anak kesayangan mereka terlelap.. Dia sedang bermimpi bersanding dengan bulan.. Senangnya.. Mereka sama-sama di antariksa, mungkin bisa saling bertemu berpapasan dan bertukar senyum. Sementara di bumi, aku menyaksikan bersama segala dingin angin malam, mereka bersanding menemani malam setiap makhluk bermata.. Ya, aku tengah sendiri berdiri di pinggir jalan. Memandang dengan seksama setiap roda yang mengangkut tuannya. Ya, aku sedang berpikir bagaimana caranya agar sesuatu yang dilepas akan dirasa ikhlas. Ya, truk roda 6 itu menghantam pembatas jalan. Terguncang terbalik menghunus warung didepan. Ya, takdir memang...

Jujur atau Menjujurkan

Kalian pasti senang dipuji. Senang sekali. Itu pasti. Tapi pernahkah kalian merasa bahwa Pujian yang kalian rasakan itu sebenarnya dapat membuat anda menjadi seorang Yang berbeda? Ya berbeda. Cenderung lebih Malas. Malas untuk Instropeksi. Karena merasa sudah baik atau benar. Sejujurnya, pujian yang dilontarkan seseorang kepada kalian itu tidak semuanya benar. Bisa jadi itu adalah sebuah "pemanis" agar kamu dan dia lebih dekat. Terkadang jujur akan kekurangan atau kejelekan seseorang itu lebih baik dari pada bohong akan kebaikannya. Tapi kalian harus mencari waktu yang tepat untuk mengungkapkannya. Jangan sampai kau membuat dia menjadi sakit hati dengan kejujuranmu. Kata-Kata yang enak didengar cenderung meninabobokkan orang, Tetapi belum tentu bermanfaat dan sering mencelakakan. Berbicara jujur adalah dasar dari Kebenaran.