Langsung ke konten utama

Teman Spesial

Seumur hidupku. Aku baru hanya sekali mengalami yang namanya Pacaran. Dan itupun aku tak menyadari bahwa aku sedang pacaran.

Itu terjadi sekitaran kelas 2 SMP. Iya, Pertama kalinya pacaran dan mungkin yang terakhir kalinya pacaran. Itu berlangsung selama seminggu. Pacaran hanya sebatas SMS. Keluar pun hanya sekali, itupun hanya jalan jalan sekitaran komplek.

Ya. mungkin aku yang terlalu polos. atau mungkin aku yang tidak mengerti apa itu cinta. Sekarang yang yaa 18 my age. aku mengalami statusisasi hati dimana perasaanku sudah mengalami yang namanya perubahan. ah, jadi ngelantur ngetiknya.

Aku yang sekarang mulai mengerti apa itu cinta. apa itu pacaran. menurutku pacaran itu Adalah situasi dimana kita menjalin sebuah ikatan kasih sayang dengan lawan jenis, namun dalam konteks yang berbeda dengan hubungan suami istri. 

Namun, yang terjadi adalah. aku masih tidak bisa semudah itu mengungkapkan perasaanku kepada seseorang. mungkin karena kurang nya pengalaman. Sindiran Jomblo seakan sudah menjadi makanan setiap hari ku. 

Keinginan buat memiliki pacar tidak se-Jalan dengan pemikiran rasionalku kedepan. Buat apa kita pacaran kalo akhirnya kita putus juga, dan kita jadi gak saling sapa menyapa. Ya kan? buat apa? jadi pacaran itu buat apa?

Mungkin aku hanya harus menjadi temannya. Teman yang Spesial dimatanya. Dimana aku akan selalu di ingat. Dan kita akan saling sapa Menyapa.

Komentar

Popular Posts

Jenuh

Kalian tau? Awal mula seseorang mendapat sebuah kesenangan dalam melakukan suatu hal. Mereka pasti akan sangat sangat antusias dalam melakukan hal tersebut. Sigap, cepat, cekatan. Persetan dengan tenaga yang terkuras habis. Lantas bagaimana jika sebuah kesenangan yang antusias tersebut sudah tidak menjadi prioritas, menjadi sebuah kebosanan dalam diri kita? Ya, kalian pasti akan angin anginan dalam melakukan hal tersebut. Malas. Baru akan melakukan saja sudah mengeluh cape'. Ya harus bagaimana lagi. Mood kita akan sesuatu itu sudah terkikis. Tidak timbul lagi sebuah kesenangan dalam melakukan hal itu. Monoton. Mencoba menciptakan variasi baru juga mungkin hanya bertahan sebentar. Butuh penyemangat diri, bukan sebuah kalimat motivator yang berada di mading kampus, atau billboard gede di tengah persimpangan. bukan kata-kata manis seorang motivator handal. Saya rasa itu sama saja. Tidak akan mengubah antusiasme kalian. Mungkin beberapa kasus memang bisa di atasi dengan cara ...

Malam

Terjaga aku karena Kafein.. Sementara gumpalan awan hitam yang mungkin karena malam menutup sebagian dari wajah rembulan.. Bintang sedang sedikit, mungkin 3 sampai 4.. Dengan diberi imbuhan ratusan dibelakangnya.. Dan tiba-tiba aku teringat bintang gemuk yang kelihatan kecil, cantik, dan aku suka.. Tapi dia bukan kejora yang dibicarakan para orang tua agar anak kesayangan mereka terlelap.. Dia sedang bermimpi bersanding dengan bulan.. Senangnya.. Mereka sama-sama di antariksa, mungkin bisa saling bertemu berpapasan dan bertukar senyum. Sementara di bumi, aku menyaksikan bersama segala dingin angin malam, mereka bersanding menemani malam setiap makhluk bermata.. Ya, aku tengah sendiri berdiri di pinggir jalan. Memandang dengan seksama setiap roda yang mengangkut tuannya. Ya, aku sedang berpikir bagaimana caranya agar sesuatu yang dilepas akan dirasa ikhlas. Ya, truk roda 6 itu menghantam pembatas jalan. Terguncang terbalik menghunus warung didepan. Ya, takdir memang...

Jujur atau Menjujurkan

Kalian pasti senang dipuji. Senang sekali. Itu pasti. Tapi pernahkah kalian merasa bahwa Pujian yang kalian rasakan itu sebenarnya dapat membuat anda menjadi seorang Yang berbeda? Ya berbeda. Cenderung lebih Malas. Malas untuk Instropeksi. Karena merasa sudah baik atau benar. Sejujurnya, pujian yang dilontarkan seseorang kepada kalian itu tidak semuanya benar. Bisa jadi itu adalah sebuah "pemanis" agar kamu dan dia lebih dekat. Terkadang jujur akan kekurangan atau kejelekan seseorang itu lebih baik dari pada bohong akan kebaikannya. Tapi kalian harus mencari waktu yang tepat untuk mengungkapkannya. Jangan sampai kau membuat dia menjadi sakit hati dengan kejujuranmu. Kata-Kata yang enak didengar cenderung meninabobokkan orang, Tetapi belum tentu bermanfaat dan sering mencelakakan. Berbicara jujur adalah dasar dari Kebenaran.